Desa Sukaraja Tiga

Kec. Marga Tiga, Kab. Lampung Timur
Prov. Lampung

Loading

Desa Sukaraja Tiga

Hari Libur Nasional

Tahun Baru Islam 1448 H

  • Hari
  • Jam
  • Menit
  • Detik

BERSAMA INDONESIA MAJU MENUJU INDONESIA EMAS 2045

Menuju Desa Cerdas & Digital

IMPLEMENTASI DESA DIGITAL 2026

BUMEI TUWAH BEPADAN SEMAKIN BERJAYA

Info
Selamat datang di Website Resmi Desa Sukaraja Tiga Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung

Berita Desa

Komentar Terbaru

Bandar Lampung,sidakpost-Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintahan Desa seluruh Indonesia Merah Putih Provinsi Lampung ( DPD APDESI MP ) hari ini Resmi Dilantik oleh ketua umum DPP Anwar Sadat, pelantikan diselenggarakan di Balai Kratun Lantai 3 Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi Lampung.Selasa 5 Mei 2026.

Ketua Umum DPP Anwar sadat dalam sambutan nya menjelaskan menekankan pentingnya organisasi desa sebagai garda terdepan pembangunan dan ujung tombak ekonomi desa. Jadikan APDESI Merah Putih Sebagai Rumah Juang Kepala Desa Rumah Aspirasi dan Advokasi.

“APDESi MP harus bersinergi dan menyatukan kekuatan  antara organisasi desa dengan pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten Kota. Pengurus yang baru dilantik diminta memfokuskan program kerja pada advokasi,memperjuangkan kebutuhan desa agar desa lebih mandiri dan berprestasi.

Lanjut sadat, Kita harus optimistis, Desa saat ini menjadi Prioritas Presiden Prabowo Subianto diarahkan pada pembangunan berbasis desa untuk mencapai pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Salah Satu Program Setrategis Nasional adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: Program andalan ini menargetkan pengoperasian 30.000 koperasi di seluruh desa pada akhir 2026, yang fokus pada pengelolaan hasil pertanian dan distribusi bahan pokok.

Program PSN Kedua adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) dibangun di desa-desa, menciptakan lapangan kerja dan menyerap hasil panen petani dan nelayan lokal.

Ketiga Pembangunan 5.000 Desa Nelayan Modern: Target pembangunan desa nelayan modern hingga 2029 dengan fasilitas lengkap seperti cold storage dan dermaga.

Program – program ini ada didesa, ketua umum mengajak para kades manfaatkan Program Nasional ini sebagai Peluang bukan Masalah. desa tidak hanya menjadi objek, melainkan subjek dan pilar utama dalam pembangunan ekonomi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto walaupun masih ada kekurangan dalam Program-program ini mari kita sama-sama memberikan kritik yang konstruktif agar menjadi bahan evaluasi,”Pungkasnya.

Gubernur Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M.menghadiri pelantikan secara langsung dalam sambutan nya Mirza menjaskan  Menurut nya Sinergi antara APDESI merah Putih dan pemerintah provinsi sangat krusial untuk mempercepat pembangunan ekonomi, menciptakan kemandirian desa, dan menyelaraskan program prioritas daerah. Kolaborasi ini memastikan efektivitas pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga, .,”Jelas nya.

Lanjut, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pembangunan ekonomi ke depan harus bertumpu pada desa sebagai pusat pertumbuhan baru di Provinsi Lampung. Ia menilai perbaikan kesejahteraan petani dan penguatan ekonomi desa menjadi kunci utama mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan.

“Ekonomi kita tumbuh, dan pertumbuhan itu ada di desa. Karena itu, seluruh kebijakan harus diarahkan untuk memperkuat desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Gubernur.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga secara simbolis menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta per desa kepada 2.446 desa di seluruh Provinsi Lampung sebagai bentuk dukungan konkret pemerintah provinsi terhadap pembangunan desa. ketua DPD Apdesi Merah Putih Provinsi Lampung Lekat Dulah Adi Putra menerima Secara Simbolis.

Rahmat Mirzani menjelaskan, selama ini struktur ekonomi Lampung masih belum berpihak pada desa. Sebanyak 70 persen penduduk Lampung tinggal di desa, namun perputaran ekonomi justru lebih besar terjadi di wilayah perkotaan.

Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan dampak dari sistem ekonomi lama yang cenderung mendorong pertumbuhan dari atas ke bawah (trickle down effect), sehingga petani sebagai pelaku utama di desa hanya mendapatkan bagian kecil dari rantai nilai ekonomi.

Akibatnya, komoditas utama seperti padi, jagung, dan singkong kerap mengalami fluktuasi harga yang merugikan petani. Bahkan dalam beberapa periode, harga hasil panen tidak mampu menutup biaya produksi.

Gubernur menyebut kondisi ini berdampak luas, mulai dari rendahnya pendapatan petani, terbatasnya akses pendidikan, hingga rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung yang berada di peringkat 26 secara nasional.

Namun, ia optimistis kondisi tersebut mulai berubah seiring kebijakan nasional yang kini lebih berpihak kepada desa, termasuk melalui peningkatan harga komoditas pertanian.

Menurut Gubernur, dampak positif sudah mulai terlihat, antara lain meningkatnya pembayaran pajak kendaraan bermotor dan pajak bumi dan bangunan di wilayah pedesaan, serta naiknya pembelian kendaraan hingga hampir 20 persen dalam tiga bulan terakhir.

Selain itu, jumlah pendaftar perguruan tinggi dari kalangan masyarakat desa juga meningkat sekitar 20 persen, menunjukkan adanya perbaikan daya beli dan kesadaran pendidikan.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Gubernur, akan memperkuat kebijakan hilirisasi produk pertanian agar nilai tambah tidak lagi keluar dari desa.

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah pemberian pupuk organik cair (POC) ke seluruh desa melalui program Desaku maju. Setiap unit POC mampu melayani hingga 400 hektare lahan dan diberikan secara gratis kepada petani.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan distribusi 500 unit dryer atau alat pengering hasil pertanian hingga tahun 2028. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan nilai jual komoditas seperti padi dan jagung.

Dengan adanya fasilitas pengering, desa diharapkan mampu mengembangkan industri turunan seperti pakan ternak berbasis jagung dan singkong, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih mandiri.

Gubernur juga menekankan pentingnya peran kepala desa sebagai ujung tombak pemerintahan dalam mengelola potensi lokal dan memastikan kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat.

Ia meminta APDESI Merah Putih menjadi organisasi yang mampu menjadi role model dalam inovasi dan pelayanan publik di tingkat desa.

Sementara itu, Ketua DPD APDESI Merah Putih Provinsi Lampung Lekat Dullah Adiputra menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung penuh program pemerintah provinsi serta menjaga sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Ia juga memastikan APDESI akan melakukan konsolidasi hingga tingkat kabupaten guna memastikan seluruh kebijakan berjalan satu komando dan tepat sasaran.

Ketua DPD Apdesi MP Lampung juga Mengucpkan Terimakasih kepada Gubernur Lampung yang telah mendukung Penuh APDESi merah Putih Di provinsi Lampung, insyaallah Apdesi merah putih akan terus berkolaborasi dalam semua program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung yang ada di desa kami.

Tampak hadir 4 Anggota DPD RI, Stafsus Menteri Desa, Forkopimda Provinsi Lampung para bupati di lampung,Kadis PMDT Provinsi, Kadis PMD kabupaten se provinsi lampung, tokoh adat Irjen Pol Pur Ike edwin, praktisi hukum Hermawan, Tokoh masyarakat Pengiat Desa,  250 kepala desa se-provinsi Lampung dan para undangan.

ini isi Artikelnya :  Bandar Lampung,sidakpost-Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintahan Desa seluruh Indonesia Merah Putih Provinsi Lampung ( DPD APDESI MP ) hari ini Resmi Dilantik oleh ketua umum DPP Anwar Sadat, pelantikan diselenggarakan di Balai Kratun Lantai 3 Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi Lampung.Selasa 5 Mei 2026.

Ketua Umum DPP Anwar sadat dalam sambutan nya menjelaskan menekankan pentingnya organisasi desa sebagai garda terdepan pembangunan dan ujung tombak ekonomi desa. Jadikan APDESI Merah Putih Sebagai Rumah Juang Kepala Desa Rumah Aspirasi dan Advokasi.

“APDESi MP harus bersinergi dan menyatukan kekuatan  antara organisasi desa dengan pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten Kota. Pengurus yang baru dilantik diminta memfokuskan program kerja pada advokasi,memperjuangkan kebutuhan desa agar desa lebih mandiri dan berprestasi.

Lanjut sadat, Kita harus optimistis, Desa saat ini menjadi Prioritas Presiden Prabowo Subianto diarahkan pada pembangunan berbasis desa untuk mencapai pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Salah Satu Program Setrategis Nasional adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: Program andalan ini menargetkan pengoperasian 30.000 koperasi di seluruh desa pada akhir 2026, yang fokus pada pengelolaan hasil pertanian dan distribusi bahan pokok.

Program PSN Kedua adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) dibangun di desa-desa, menciptakan lapangan kerja dan menyerap hasil panen petani dan nelayan lokal.

Ketiga Pembangunan 5.000 Desa Nelayan Modern: Target pembangunan desa nelayan modern hingga 2029 dengan fasilitas lengkap seperti cold storage dan dermaga.

Program – program ini ada didesa, ketua umum mengajak para kades manfaatkan Program Nasional ini sebagai Peluang bukan Masalah. desa tidak hanya menjadi objek, melainkan subjek dan pilar utama dalam pembangunan ekonomi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto walaupun masih ada kekurangan dalam Program-program ini mari kita sama-sama memberikan kritik yang konstruktif agar menjadi bahan evaluasi,”Pungkasnya.

Gubernur Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M.menghadiri pelantikan secara langsung dalam sambutan nya Mirza menjaskan  Menurut nya Sinergi antara APDESI merah Putih dan pemerintah provinsi sangat krusial untuk mempercepat pembangunan ekonomi, menciptakan kemandirian desa, dan menyelaraskan program prioritas daerah. Kolaborasi ini memastikan efektivitas pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga, .,”Jelas nya.

Lanjut, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pembangunan ekonomi ke depan harus bertumpu pada desa sebagai pusat pertumbuhan baru di Provinsi Lampung. Ia menilai perbaikan kesejahteraan petani dan penguatan ekonomi desa menjadi kunci utama mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan.

“Ekonomi kita tumbuh, dan pertumbuhan itu ada di desa. Karena itu, seluruh kebijakan harus diarahkan untuk memperkuat desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Gubernur.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga secara simbolis menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta per desa kepada 2.446 desa di seluruh Provinsi Lampung sebagai bentuk dukungan konkret pemerintah provinsi terhadap pembangunan desa. ketua DPD Apdesi Merah Putih Provinsi Lampung Lekat Dulah Adi Putra menerima Secara Simbolis.

Rahmat Mirzani menjelaskan, selama ini struktur ekonomi Lampung masih belum berpihak pada desa. Sebanyak 70 persen penduduk Lampung tinggal di desa, namun perputaran ekonomi justru lebih besar terjadi di wilayah perkotaan.

Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan dampak dari sistem ekonomi lama yang cenderung mendorong pertumbuhan dari atas ke bawah (trickle down effect), sehingga petani sebagai pelaku utama di desa hanya mendapatkan bagian kecil dari rantai nilai ekonomi.

Akibatnya, komoditas utama seperti padi, jagung, dan singkong kerap mengalami fluktuasi harga yang merugikan petani. Bahkan dalam beberapa periode, harga hasil panen tidak mampu menutup biaya produksi.

Gubernur menyebut kondisi ini berdampak luas, mulai dari rendahnya pendapatan petani, terbatasnya akses pendidikan, hingga rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung yang berada di peringkat 26 secara nasional.

Namun, ia optimistis kondisi tersebut mulai berubah seiring kebijakan nasional yang kini lebih berpihak kepada desa, termasuk melalui peningkatan harga komoditas pertanian.

Menurut Gubernur, dampak positif sudah mulai terlihat, antara lain meningkatnya pembayaran pajak kendaraan bermotor dan pajak bumi dan bangunan di wilayah pedesaan, serta naiknya pembelian kendaraan hingga hampir 20 persen dalam tiga bulan terakhir.

Selain itu, jumlah pendaftar perguruan tinggi dari kalangan masyarakat desa juga meningkat sekitar 20 persen, menunjukkan adanya perbaikan daya beli dan kesadaran pendidikan.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Gubernur, akan memperkuat kebijakan hilirisasi produk pertanian agar nilai tambah tidak lagi keluar dari desa.

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah pemberian pupuk organik cair (POC) ke seluruh desa melalui program Desaku maju. Setiap unit POC mampu melayani hingga 400 hektare lahan dan diberikan secara gratis kepada petani.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan distribusi 500 unit dryer atau alat pengering hasil pertanian hingga tahun 2028. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan nilai jual komoditas seperti padi dan jagung.

Dengan adanya fasilitas pengering, desa diharapkan mampu mengembangkan industri turunan seperti pakan ternak berbasis jagung dan singkong, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih mandiri.

Gubernur juga menekankan pentingnya peran kepala desa sebagai ujung tombak pemerintahan dalam mengelola potensi lokal dan memastikan kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat.

Ia meminta APDESI Merah Putih menjadi organisasi yang mampu menjadi role model dalam inovasi dan pelayanan publik di tingkat desa.

Sementara itu, Ketua DPD APDESI Merah Putih Provinsi Lampung Lekat Dullah Adiputra menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung penuh program pemerintah provinsi serta menjaga sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Ia juga memastikan APDESI akan melakukan konsolidasi hingga tingkat kabupaten guna memastikan seluruh kebijakan berjalan satu komando dan tepat sasaran.

Ketua DPD Apdesi MP Lampung juga Mengucpkan Terimakasih kepada Gubernur Lampung yang telah mendukung Penuh APDESi merah Putih Di provinsi Lampung, insyaallah Apdesi merah putih akan terus berkolaborasi dalam semua program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung yang ada di desa kami.

Tampak hadir 4 Anggota DPD RI, Stafsus Menteri Desa, Forkopimda Provinsi Lampung para bupati di lampung,Kadis PMDT Provinsi, Kadis PMD kabupaten se provinsi lampung, tokoh adat Irjen Pol Pur Ike edwin, praktisi hukum Hermawan, Tokoh masyarakat Pengiat Desa,  250 kepala desa se-provinsi Lampung dan para undangan.

Kiriman Komentar

Beri Komentar

Desa

754

LAKI-LAKI

LAKI-LAKI754penduduk

766

PEREMPUAN

PEREMPUAN766penduduk

1.520

TOTAL

TOTAL1.520penduduk

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa Sukaraja Tiga untuk mendapatkan PIN

Pemerintah Desa Sukaraja Tiga

Kepala Desa

KOMANG PRIAWAN

Tidak Ada di Kantor

Sekretaris Desa

ELIK KUSUMA

Tidak Ada di Kantor

Kasi Pemerintahan

FENI RESTU ASIH

Tidak Ada di Kantor

Kasi Pelayanan

Ni Luh Saraswati Priawan

Tidak Ada di Kantor

Kasi Kesejahteraan

PUTU SARJANA

Tidak Ada di Kantor

Kaur Perencanaan

ITA PURNAWATI

Tidak Ada di Kantor

Kaur Keuangan

SARMI

Tidak Ada di Kantor

Kaur Umum

M. ERSA ARYA KRISNANTO

Tidak Ada di Kantor

Kadus I

NENGAH SUKANA

Tidak Ada di Kantor

Kadus II

SAIDIN

Tidak Ada di Kantor

Kadus III

SUNARDI

Tidak Ada di Kantor

Kadus IV

SUJITO

Tidak Ada di Kantor

Kadus V

SURAMIN

Tidak Ada di Kantor

Kadus VI

CARTA

Tidak Ada di Kantor

Kadus VII

PURNOMO

Tidak Ada di Kantor

Kadus VIII

FAHRONI

Tidak Ada di Kantor

Kadus IX

Bondan Leo

Tidak Ada di Kantor

Kadus X

Sumadiyo

Tidak Ada di Kantor

Kadus XI

MARYONO

Tidak Ada di Kantor

Kadus XII

Suseno

Tidak Ada di Kantor

Operator Smrat Village

Anisa Dwi Putri

Tidak Ada di Kantor

PERKEMBANGAN PENDUDUK

Bulan Ini

Kelahiran

0

Orang

Kematian

0

Orang

Masuk

3

Orang

Pindah

0

Orang

Bulan Lalu

Kelahiran

0

Orang

Kematian

0

Orang

Masuk

41

Orang

Pindah

0

Orang

LAYANAN SURAT PENGANTAR

Hari Ini

0

Surat

Kemarin

1

Surat

Minggu Ini

1

Surat

Bulan Ini

1

Surat

Bulan Lalu

0

Surat

Tahun Ini

2

Surat

Tahun Lalu

4

Surat

Total

6

Surat

Jam Kerja
Hari Masuk Keluar
Senin 08:30:00 13:00:00
Selasa 08:30:00 13:00:00
Rabu 08:30:00 13:00:00
Kamis 08:30:00 13:00:00
Jumat 08:30:00 11:00:00
Sabtu Libur
Minggu Libur
Peta kantor Desa
Komentar
Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Statistik Pengunjung
Hari ini : 131
Kemarin : 109
Total Pengunjung : 55.359
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.217.104
Browser : Mozilla 5.0
Jam Kerja
Hari Masuk Keluar
Senin 08:30:00 13:00:00
Selasa 08:30:00 13:00:00
Rabu 08:30:00 13:00:00
Kamis 08:30:00 13:00:00
Jumat 08:30:00 11:00:00
Sabtu Libur
Minggu Libur
Peta kantor Desa
Komentar
Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Statistik Pengunjung
Hari ini : 131
Kemarin : 109
Total Pengunjung : 55.359
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.217.104
Browser : Mozilla 5.0

Transparansi Anggaran

APBDesa 2025 Pelaksanaan

Pendapatan Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 2.356.070.836,00Rp. 2.356.070.836,00

100%

APBDesa 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 235.150.000,00Rp. 235.150.000,00

100%

Lain-Lain Pendapatan Asli Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 1.433.000,00Rp. 1.433.000,00

100%

Dana Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 1.175.518.000,00Rp. 1.175.518.000,00

100%

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

Realisasi | Anggaran

Rp. 65.181.586,00Rp. 65.181.586,00

100%

Alokasi Dana Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 878.788.250,00Rp. 878.788.250,00

100%

APBDesa 2025 Pembelanjaan

Pemerintah Desa Sukaraja Tiga

KOMANG PRIAWAN

Kepala Desa


Tidak Ada di Kantor

ELIK KUSUMA

Sekretaris Desa
Tidak Ada di Kantor

FENI RESTU ASIH

Kasi Pemerintahan
Tidak Ada di Kantor

Ni Luh Saraswati Priawan

Kasi Pelayanan
Tidak Ada di Kantor

PUTU SARJANA

Kasi Kesejahteraan
Tidak Ada di Kantor

ITA PURNAWATI

Kaur Perencanaan
Tidak Ada di Kantor

SARMI

Kaur Keuangan
Tidak Ada di Kantor

M. ERSA ARYA KRISNANTO

Kaur Umum
Tidak Ada di Kantor

NENGAH SUKANA

Kadus I
Tidak Ada di Kantor

SAIDIN

Kadus II
Tidak Ada di Kantor

SUNARDI

Kadus III
Tidak Ada di Kantor

SUJITO

Kadus IV
Tidak Ada di Kantor

SURAMIN

Kadus V
Tidak Ada di Kantor

CARTA

Kadus VI
Tidak Ada di Kantor

PURNOMO

Kadus VII
Tidak Ada di Kantor

FAHRONI

Kadus VIII
Tidak Ada di Kantor

Bondan Leo

Kadus IX
Tidak Ada di Kantor

Sumadiyo

Kadus X
Tidak Ada di Kantor

MARYONO

Kadus XI
Tidak Ada di Kantor

Suseno

Kadus XII
Tidak Ada di Kantor

Anisa Dwi Putri

Operator Smrat Village
Tidak Ada di Kantor